Berdasarkan Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK, tujuan penilaian hasil belajar adalah untuk (1) Mengetahui tingkat capaian hasil belajar/kompetensi peserta didik; (2) Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik; (3) Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik; (4) Mengetahui efektivitas proses pembelajaran; dan (5) Mengetahui pencapaian kurikulum. Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada KKNI dan bagian dari intervensi Pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

UKK Tahun Ajaran 2020/2021 dilaksanakan oleh SMKN 1 Kertosono menggunakan salah satu dari 6 (enam) jenis skema penyelenggaraan ujian yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, yakni UKK Mandiri. Yang dimana pelaksanaan UKK pada setiap program keahlian pada SMKN 1 Kertosono dilakukan secara mandiri di lingkungan SMKN 1 Kertosono bersama-sama mitra dunia usaha/industri pada tanggal 29 Maret s/d 11 April 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan membatasi jumlah siswa yang mengikuti UKK sebanyak 10 siswa per program keahlian setiap harinya.

Adapun program keahlian yang terdapat pada SMKN 1 Kertosono terdapat 2 kategori, yakni Teknik dan Non-Teknik. Program Keahlian kategori teknik terdiri dari Teknik Otomasi Industri, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Permesinan dan Rekayasa Perangkat Lunak. Sedangkan program keahlian yang masuk pada kategori Non-Teknik terdiri dari Tata Boga dan Tata Busana. Hasil UKK bagi peserta didik pada setiap program keahlian akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan, sedangkan bagi stakeholder hasil UKK dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja.

UKK Mandiri yang dilakukan oleh SMKN 1 Kertosono di masing-masing program keahlian  mengacu pada skema sertifikasi yang telah ditetapkan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Skema sertifikasi P3 Pengoperasian dan Pemeliharaan Motor 3 Phase Yang Dikendalikan Oleh PLC (Teknik Otomasi Industri); skema sertifikasi P2 Instalasi Penerangan dan Daya 3 Fasa (Teknik Instalasi Tenaga Listrik); skema sertifikasi P1 Pembuatan Clamp (Teknik Permesinan); skema sertifikasi P1 Aplikasi Pembayaran SPP (Rekayasa Perangkat Lunak); skema sertifikasi P2 Pembuatan Blus dan Celana (Tata Busana), sedangkan program keahlian Tata Boga pada tahun ini mengambil 2 skema sertifikasi yakni P1 dan P2, skema sertifikasi P1 Pembuatan Makanan Kontinental dan skema sertifikasi P2 Pembuatan Makanan Indonesia.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *